Pola pikir masyarakat mengenai pemanfaatan sampah masih sangat rendah dan perlu perlu ditingkatkan lagi. Buktinya, masih banyak barang rusak, barang yang tidak terpakai, kemasan produk, dan berbagai sisa makanan hanya dibuang begitu saja. Kebanyakan sampah-sampah tersebut bertumpuk di tempat sampah, dan akhirnya mengambang di sungai atau di laut.
Hal ini bukan hanya sekedar membuat pemandangan yang tak enak atau bau tak sedap saja. Tetapi juga akan mengganggu ekosistem darat dan laut, serta merusak kelestarian lingkungan.
Maka dari itu, penyelesaian masalah sampah tidak bisa jika hanya mengandalkan petugas kebersihan saja. Seluruh lapisan masyarakat juga harus bergerak menangani masalah sampah. Salah satu yang bisa kita lakukan yaitu berpartisipasi dengan kegiatan “Bank Sampah”.
Apa itu bank sampah? Bagaimana bisa sampah ada bank nya?
Bank sampah adalah tempat pengumpulan sampah yang sudah dipilah dimana hasil pengumpulan tersebut akan disetor ke tempat pengepul sampah atau ke tempat pembuatan kerajinan untuk direcycle.
Tujuan & manfaat bank sampah:
Namun sebelum mengirim barang ke bank sampah, ada 4 hal yang perlu kalian lakukan:
1. Lakukan Decluttering
Decluttering adalah salah satu kegiatan merapikan dan mengurangi sampah dengan cara memilah (mengumpulkan) barang yang sudah tidak diperlukan. Barang-barang tersebut bisa berupa alat rumah tangga, baju, elektronik, kemasan produk, bahkan sisa-sisa makanan yang tidak dimakan lagi.
Decluttering menjadi salah satu cara meminimalisir jumlah sampah yang menumpuk di TPA. Decluttering juga memberikan banyak manfaat:
Saat melakukan proses decluttering, mulailah dari ruangan yang paling dalam dulu. Misalnya kamar tidur, kamar mandi, dapur. Dan terakhir lanjut ke area foyer, seperti ruang tamu, ruang keluarga, teras, atau halaman rumah).
Kumpulkan semua barang di setiap ruangan yang mungkin hanya akan menjadi sampah atau tidak akan terpakai lagi.
2. Kelompok Barang Sesuai Jenis
Setelah mengumpulkan barang-barang yang akan kalian serahkan ke bank sampah, langkah selanjutnya yaitu mengelompokkan barang-barang tersebut sesuai dengan jenisnya.
Kenapa kita harus mengelompokkan sampah? Berikut alasannya:
Langkah-langkah mengelompokkan sampah:
3. Temukan Bank Sampah
Langkah selanjutnya yang perlu kalian lakukan sebelum mengirim barang ke bank sampah yaitu menemukan bank sampah yang berada di dekat tempat tinggal (lokasi) kalian.
Diketahui dari data dari databoks mengatakan Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah bank sampah di Indonesia terus bertambah setiap tahunnya. Pada 2018, bank sampah mencapai 7.488 unit.
4. Hubungi Pihak Bank Sampah
Langkah terakhir setelah menemukan bank sampah, alangkah lebih baik jika kalian menghubungi pihak bank sampah tersebut terlebih dahulu. Hubungi nomor telepon, email, atau nomor Whatsapp yang tersedia.
Atau kalian juga bisa melakukan searching di google untuk memastikan bahwa bank sampah tersebut masih ada. Dan jangan lupa tanyakan jenis sampah apa saja yang mereka terima.
Sekarang giliran kalian, sudah terbayang apa yang akan kalian lakukan? Barang seperti apa yang akan kalian serahkan? Keep trying ya, zero waste lifestyle berawal dari kita untuk kita